Top Ad

header ads
Secondary Menu
Technology/hot-posts

Must Read

3/random/post-list

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Cari Blog Ini

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Archive

Categories

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tags

Tags

Recent News

sidebar ads

Popular Posts

Pythagoras dan Amarah

Recent Posts

3/recent/post-list

Facebook

MUHAYPEDIA

Featured

The Replica III

Khayalan-khayalan membentuk tuhan dalam benak dengan membentur Tuhan dalam diri. Setiap manusia berkhayal tentang 'apa' menjadi tuhan jika sampai menguasai.

Perang antar gagasan yang mengelabui berkecamuk dalam lapangan yang terbatasi dinding Tuhan.

Kadang perang itu, berusaha mendobrak dinding-dinding Tuhan, tapi bagaimana pun dinding itu ialah warisan yang tak bisa ditolak. Manusia mesti terima dengan mutlak.

Perang demi perang, terus terjadi tanpa mampu kita tengahi, karena yang berperang adalah kita dengan kita sejati. Berebut kuasa paham hingga pemenang menjadi pemikiran merupakan fitriawi.

Jauh di balik dinding-dinding itu, ada ruang tiada penghujung. Mata tiada lagi berguna begitu pun panca indra lainnya.

Padahal, katanya, ketika pengembaraan sudah melewati dinding-dinding tersebut, lepas lah bahannya sisa lah bentuknya. Lalu, tembusi sebagian ruangnya.

Jika semuanya ianya konsep, terikat pula kita dalam rantai-rantai khayalan yang menjerat hingga kita tak beranjak dari ruang yang masih tercerap oleh indra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar