Mengenai Saya
Formulir Kontak
Socialize
Post Top Ad
Cari Blog Ini
Post Top Ad
Archive
Categories
Post Top Ad
Tags
Tags
Popular Posts
Recent Posts
Featured
JUNGKIR BALIK
Fenomena jungkir balik di berbagai aspek kehidupan kita terutama dalam haq dan batil, itu sudah menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi dewasa ini. Beberapa anak Adam mencampur adukkan haq dan batil untuk kepentingan pribadi sehingga membuat banyak anak Adam lainnya sukar untuk memilah sampai menelaah mana haq mana batil.
Banyak anak Adam sudah tidak lagi mengedepankan pembersihan kaca matanya terlebih dahulu. Mereka lebih memilih untuk memberi polkadot kebencian, hujat, olok-olokan, sampai yang paling ekstrim, fitnah. Hal ini menyebabkan kaca mata mereka buram sehingga untuk melihat fenomena sosial yang acak-adut ini semakin buram tak terlihat. Anehnya, banyak anak Adam masih saja mencoba menilai fenomena tersebut dengan kaca mata yang kadung buram itu. Tanpa perlu terjun langsung untuk menelaah jauh dengan penuh kehati-hatian.
Omongannya bijak bak Socrates yang dulu menghadapi kaum Sofis. Bedanya, Socrates lebih berhati-hati dan tenang dalam menilai, sedangkan mereka kebalikannya. Nasihat Socrates ini mungkin bisa kita lihat bagaimana perbedaan antara mereka dan Socrates, "Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap."
Pendalaman masalah seperti yang dikatakan Socrates sudah tidak dipedulikan lagi, selagi mendukung kedirian mereka maka itu haq. Banyak anak Adam menilai sederet fenomena dengan kaca mata yang kadung buram karena hawa nafsu dan sekawannya, penilaiannya pun samar-samar penuh emosi. Sekali-kalinya melepas kaca matanya, hujan ujaran kebencian dan fitnah membuat buram lagi pandangan mereka.
Sampai-sampai, haq sudah menjadi hak milik dan batil sudah menjadi milik selain golongannya. Merasa paling benar sendiri sampai lupa Kebenaran sejati mengawasinya. Ini bahayanya, jika anak Adam sudah kadung banyak yang merasa benar. Fir'aun- Fir'aun kecil kembali lahir, memporak-porandakan tatanan. Hanya ada satu kata yang cocok baginya, "Hanya Aku!".
Lalu, bagaimana ketika berbagai aspek yang sudah kadung jungkir balik ini menjadi suara mutlak? Terus bagaimana dengan Fir'aun-fir'aun kecil yang kembali lahir? Selorohnya, ya, tinggal dijungkir balik lagi supaya yang terbalik tidak lagi terbalik. Caranya, kebalikan dari apa yang sering dilakukan oleh kita jikalau memang kita juga sudah terbalik. Maksud kebalikannya, jika hawa nafsu masih meradang maka redamlah terlebih dahulu, jika kita bingung maka pahamilah dengan mendalam dan penuh kehati-hatian. Bersihkan dulu kaca mata kita, sedialah payung husnuzan sebelum hujan, dekatilah persoalannya, pahami, maka menilailah dengan kehati-hatian. Sedangkan, tentang Fir'aun-fir'aun kecil, kita hanya mampu menyambungkan cahaya-cahaya Musa dan Harun kembali bersinar ke hati mereka sehingga Fir'aun-fir'aun itu tenggelam dan lenyap. Ini serius, bukan bercanda!
Related Posts



Tidak ada komentar:
Posting Komentar